Penghuni Baru LQ-45 Ini Cetak Untung Setelah Rugi Setahun Sebelumnya

Date:

[Waktu baca: 4 menit]

Salah satu penghuni baru Indeks LQ-45, Chandra Asri Petrochemical (TPIA), mencetak untung US$85 juta pada kuartal I/2021 dibandingkan dengan rugi US$17 juta pada kuartal I/2020.

Dalam periode itu, TPIA mengantongi pendapatan bersih US$598 juta pada kuartal I/2021 atau meningkat 25% dibandingkan dengan US$477 juta pada kuartal I/2020.

Menurut manajemen TPIA, peningkatan pendapatan itu disebabkan harga jual rata-rata yang lebih tinggi di semua produk seperti Ethylene, Polyethylene dan Polypropylene. Di samping itu, volume penjualan juga relatif lebih stabil.

Manajemen memperkirakan permintaan petrokimia domestik Indonesia dan regional Asia akan tetap kuat dengan mempertimbangkan kondisi kekurangan peti kemas di Asia dan semakin pentingnya soal keamanan pasokan dan manajemen persediaan yang tepat waktu.

Seperti diketahui, TPIA adalah penghuni baru Indeks LQ-45 untuk periode Februari-Juli 2021. TPIA sebenarnya bukanlah pendatang yang benar-benar baru pada indeks LQ45. 

Saham ini sudah keluar masuk indeks ini beberapa kali. Terakhir, pada Januari 2020 lalu saham ini didepak dari LQ45 dan digantikan oleh saham lain. Namun, kini BEI memasukkan lagi TPIA ke dalam indeks LQ45.

TPIA merupakan perusahaan petrokimia terbesar di Indonesia yang merupakan bagian dari grup usaha milik taipan Prajogo Pangestu. TPIA adalah anak perusahaan dari PT Barito Pacific Tbk. dengan kepemilikan saham mencapai 41,88 persen. Saham publik di emiten ini hanya 7,74 persen atau sebanyak 1,38 miliar saham.

Simak ulasan lebih dalam mengenai prospek TPIA dalam artikel berikut ini: Mengenal TPIA, Big Cap Penghuni Baru LQ-45