Sahamnya Pernah Jadi Idola, Laba Emiten Farmasi Ini Melorot Kuartal I/2021

Date:

[Waktu baca: 3 menit]

Laba perusahaan farmasi Kimia Farma turun 34 persen menjadi Rp17 miliar pada kuartal I/2021 dibandingkan dengan Rp26 miliar pada kuartal I/2020.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan, penurunan laba itu terjadi seiring penurunan pendapatan pada kuartal I/2021 menjadi Rp2,3 triliun dibandingkan dengan Rp2,4 triliun pada periode yang sama 2020. 

Dari berbagai lini bisnisnya, Kimia Farma membukukan peningkatan penjualan di lini obat generik dan alat kesehatan, jasa klinik, lab klinik dan lain-lain.
Sementara itu, lini bisnis lain mengalami penurunan kinerja seperti obat ethical, lisensi dan narkotika, obat over the counter, kosmetik, bahan baku dan sebagainya.

Berdasarkan materi paparan publik yang dirilis oleh Kimia Farma di laman BEI, manajemen menargekan pendapatan Rp11,27 triliun pada 2021 dimana segmen yang dianggap potensital berasal dari jasa layanan klinik dan sektor distribusi. Target itu lebih tinggi dari pencapaian Rp10 triliun pada 2020.

Sebagai pengingat, harga saham perusahaan farmasi ini terbang gila-gilaan pada 2020 seiring sentimen vaksin corona yang disebut-sebut akan melibatkan Kimia Farma. Sepanjang 2020, harga KAEF terbang lebih dari 200 persen dan menjadi saham "idola" para trader atau investor di pasar saham.

Saham ini juga sering digaungkan oleh sejumlah pemengaruh (influencer) di media sosial. Namun, tidak ada saham yang harganya tidak turun. Pada awal 2021 ini, harga KAEF perlahan melorot dari level tertingginya pada Desember 2020.

Penurunan harga KAEF justru mulai terjadi ketika Presiden Joko Widodo disuntik vaksin secara resmi pada Januari 2021. Harga-harga saham farmasi, termasuk KAEF,  berguguran bahkan hingga menyentuh batas bawah penurunan (auto reject bawah/ARB) selama berhari-hari.

Beberapa bulan sebelumnya, kami sempat "mengingatkan" mengenai euforia saham farmasi ini dalam artikel berikut: Menyikapi Pergerakan Harga Saham Farmasi. Simak artikel tersebut untuk belajar dari pengalaman mengenai pergerakan harga saham farmasi.