5 Laporan yang Perlu Dibaca Investor Saham

Date:

[Waktu baca: 5 menit]

Pada dasarnya, investasi saham memiliki sejumlah perbedaan karakteristik dengan investasi di instrumen lainnya. Investasi saham berarti memegang saham perusahaan dalam porsi tertentu.

Pada saat memegang saham sebuah perusahaan, investor berharap harga dari saham perusahaan tersebut akan meningkat di masa depan dibandingkan dengan harga belinya. Dari peningkatan harga (selisih harga beli dan harga jual) itu, investor saham mendapatkan keuntungan yang disebut capital gain.

Peningkatan harga suatu saham perusahaan disebabkan sejumlah faktor, salah satunya persepsi positif para investor saham terhadap kinerja perusahaan tersebut. Apabila kinerja perusahaan itu diyakini meningkat di masa depan maka investor saham akan membeli saham perusahaan itu. Dalam sejumlah kasus, harga saham meningkat seiring peningkatan kinerja perusahaan.

Di samping capital gain, investor saham berpotensi mendapatkan dividen atau porsi keuntungan dari laba bersih perusahaan yang disisihkan untuk pemegang saham setiap tahun. Pada umumnya, perusahaan akan membagikan dividen ketika membukukan keuntungan. Pada saat rugi, perusahaan tidak memiliki dana untuk membagi dividen.

Dengan kata lain, investor saham yang mendambakan dividen juga mengharapkan peningkatan kinerja perusahaan tersebut supaya dapat memberikan dividen secara berkala.  

Dari dua potensi keuntungan dari investasi saham tersebut (capital gain dan dividen), kata kunci yang perlu diperhatikan dalam investasi saham adalah kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan adalah hasil dari kegiatan operasional perusahaan.

Dalam investasi saham, kinerja perusahaan adalah salah satu hal yang perlu dicermati secara berkala, di samping berbagai faktor lain seperti kondisi ekonomi global, ekonomi domestik, kebijakan industri dan sebagainya.

Bagaimana cara mempelajari kinerja perusahaan di masa lalu untuk mengambil keputusan investasi yang diharapkan akan menghasilkan keuntungan di masa depan? Berikut ini sejumlah laporan yang dapat dipelajari oleh para investor saham:

1. Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah laporan yang memaparkan kinerja perusahaan dalam periode waktu tertentu. Dalam setahun, perusahaan yang telah melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia menerbitkan empat laporan keuangan (triwulan I, triwulan II, triwulan III dan tahunan). 

Dalam situasi normal, laporan keuangan triwulan I (Januari-Maret) diterbitkan paling lambat 30 April, laporan keuangan triwulan II (April-Juni) paling lambat 31 Juli, laporan keuangan triwulan III (Juli-September) paling lambat 31 Oktober dan laporan keuangan tahunan (termasuk kinerja Oktober-Desember) diterbitkan paling lambat 31 Maret. 

Bagi emiten, laporan keuangan dapat diunduh gratis di situs Bursa Efek Indonesia. Di samping itu, emiten juga biasanya mengunggah laporan keuangan tersebut di website perusahaan serta mempublikasikannya di media massa cetak.

Di laporan keuangan, investor bisa memperhatikan seberapa besar pendapatan yang bisa dikumpulkan oleh suatu perusahaan dalam periode tertentu, berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan pendapatan tersebut hingga laba bersih yang tersisa dari kegiatan operasi tersebut.

Laporan keuangan itu terdiri dari Laporan Laba Rugi, Neraca, Laporan Arus Kas, hingga Laporan Ekuitas. Dalam laporan keuangan yang diunggah di situs BEI, laporan tersebut juga memberikan informasi tambahan mengenai berbagai pos yang tercantum dalam laporan laba rugi, neraca dan sebagainya.

2. Laporan Tahunan

Laporan tahunan adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai apa yang dilakukan oleh perusahaan dalam satu waktu tertentu. Laporan tahunan yang harus dipublikasikan paling lama 30 April ini biasanya lebih lengkap dan lebih tebal daripada laporan keuangan tahunan.

Dalam laporan tahunan ini, suatu perusahaan biasanya menyajikan aneka informasi mengenai perusahaan, mulai dari profil perusahaan, kinerja keuangan tahunan, laporan manajemen (komisaris dan direksi), analisa manajemen (tinjauan industri, operasional), segmen usaha, keuangan) hingga tata kelola perusahaan.

Dengan membaca laporan tahunan ini, investor saham mendapatkan cerita mengenai sebuah perusahaan dari sisi perusahaan tersebut. Tidak jarang investor saham akan mendapatkan penjelasan mengenai apa yang akan dilakukan oleh perusahaan di masa depan.

3. Laporan Bulanan

Emiten dari industri tertentu biasanya menerbitkan laporan bulanan yang dapat diakses oleh publik. Contoh industri tersebut adalah bank. Sejumlah bank biasanya menerbitkan laporan keuangan bulanan yang menyajikan informasi mengenai neraca keuangan bulanan serta laporan laba rugi bulanan.

Dari laporan bulanan ini, investor saham dapat mengetahui kinerja yang dicapai oleh bank tersebut dari bulan ke bulan. Laporan bulanan ini juga biasanya dikutip oleh media massa untuk menjelaskan kinerja bulanan perbankan.

4. Prospektus

Bagi investor saham yang berminat untuk berinvestasi di saham IPO atau saham penawaran umum perdana, laporan prospektus adalah laporan yang dapat digunakan untuk mempelajari berbagai aspek mengenai perusahaan.

Pada umumnya, perusahaan yang akan IPO belum atau jarang menerbitkan laporan keuangan triwulan atau tahunan karena memang tidak ada kewajiban dari regulator untuk mempublikasikan laporan tersebut kepada publik.

Prospektus biasanya menyajikan informasi mengenai profil perusahaan beserta anak usahanya, rencana penggunaan dana hasil IPO oleh perusahaan, ikhtisar keuangan, analisa dan pembahasan oleh manajemen, risiko-risiko yang dihadapi oleh perusahaan tersebut dan sebagainya. Dari prospektus tersebut, investor saham dapat mengumpulkan informasi sebelum berinvestasi di saham IPO tersebut.

5. Presentasi Perusahaan

Sejumlah emiten biasanya mempublikasikan laporan presentasi perusahaan (corporate presentation) di situs mereka dalam waktu tertentu. Presentasi ini biasanya adalah materi yang disampaikan oleh perusahaan dalam kegiatan tertentu (paparan publik, pertemuan analis, pertemuan dengan investor dan sebagainya) lalu diunggah ke situs supaya dapat diakses oleh publik.

Dalam materi presentasi perusahaan ini biasanya investor saham dapat menemukan informasi yang relevan terkait perusahaan yang tidak dicantumkan dalam laporan keuangan. Misalnya, analisa dari manajemen mengenai kondisi ekonomi makro atau industri yang berpotensi berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan. 

Tentu saja, selain berbagai laporan di atas, investor saham dapat mencari informasi tambahan dari sumber-sumber lain, termasuk sumber sekunder yang telah mengolah informasi mengenai perusahaan tersebut.